A AEOS
Spesifikasi Fondasi · Status: Draft, Dibekukan

AI Engineering
Operating System

Kerangka kerja yang dapat dipakai ulang untuk mengoordinasikan otoritas keputusan manusia dan peran-peran AI khusus melalui mission, evidence, review, dan baseline yang ter-governed — supaya percakapan AI berubah jadi pengetahuan rekayasa yang terverifikasi, bukan menguap begitu saja.

Prime Directive Every engineering activity must leave behind reusable knowledge, verifiable evidence, and a better baseline than before.
01 · Masalah

Kenapa AEOS ada

Project berbasis AI kehilangan waktu dan kualitas lewat pola yang sama berulang kali.

01

Discovery berulang — setiap sesi baru menemukan ulang konteks yang sama.

02

Context tak terkendali — tidak jelas apa yang sudah diverifikasi vs diasumsikan.

03

Keputusan tak terdokumentasi — alasan di balik pilihan hilang begitu chat berakhir.

04

Tumpang tindih peran — tidak jelas siapa berwenang memutuskan apa.

05

Scope drift — pekerjaan melebar diam-diam tanpa otorisasi.

06

Klaim selesai tak terverifikasi — "sudah beres" tanpa bukti yang bisa diperiksa.

02 · Filosofi Inti

MTMKMDQ

Setiap token yang dipakai harus mengurangi ketidakpastian, menghasilkan bukti terverifikasi, memungkinkan keputusan, atau menghasilkan deliverable yang diterima. Selain itu, sia-sia.

Minimum Token+ Maximum Knowledge+ Maximum Decision Quality+ Shortest Verified Path to 100% Goal

Prinsip ini yang secara aktif menjadi "aturan main" di balik cara Council, Mission Orchestrator, dan Execution Engine bekerja — termasuk di project referensi yang memvalidasinya.

03 · Alur Operasi

Satu siklus, ujung ke ujung

Setiap unit kerja mengikuti rantai yang sama — tidak ada langkah yang dilewati, tidak ada mission baru dibuka sebelum yang aktif ditutup.

Goal Current Baseline Verified Gap Mission Directive Execution Evidence Review Decision Baseline Update membentuk menutup siklus
04 · Peran & Otoritas

Empat peran, garis wewenang jelas

Chat adalah lapisan transport — bukan bukti. Repository adalah Source of Truth permanen.

01

Human Decision Authority

Pemilik goal, pemegang otoritas keputusan akhir. Tidak digantikan oleh AI.

02

Decision Council

Arsitektur, governance, risiko, acceptance, dan perencanaan mission.

03

Mission Orchestrator

Menerjemahkan directive yang disetujui menjadi execution contract.

04

Execution Engine

Mengerjakan repository, validasi, menghasilkan bukti, dan melapor.

05 · Output Inti

Apa yang dihasilkan AEOS

06 · Release Path

Status saat ini: tahap 1 dari 7

Tidak ada tahap berikutnya yang boleh dimulai sebelum tahap aktif mencapai acceptance gate-nya.

1. Foundation Specification
9 dokumen fondasi selesai ditulis 1 Agustus 2026, dibekukan (locked) sehari setelahnya.
2. Governance & Standards
Belum dimulai — menunggu keputusan lanjut/tidak dari pemilik project.
3. Communication & Execution Protocols
Belum dimulai.
4. Templates & Bootstrap
Belum dimulai.
5. Reference Implementation Validation
Direncanakan lewat dua project referensi — belum berjalan.
6. Extraction Readiness
Belum dimulai.
7. AEOS v1.0 Release
Belum dimulai.
Dormant sejak 2 Agustus 2026. Repo ini adalah hasil ekstraksi dari project SEO BCOMP OS pada 9 Agustus 2026 agar AEOS punya rumah sendiri, terpisah dari roadmap produk SEO/Ads — sesuai niat awal spesifikasinya untuk berdiri independen.
07 · Arsip Dokumen Fondasi

Sumber asli, tanpa diringkas

Sembilan dokumen yang menjadi dasar halaman ini — tersimpan utuh di docs/foundation-archive/.

AEOS-000README First — entry point untuk semua partisipan
AEOS-001Foundation Charter
AEOS-001Mission Package
AEOS-002Product Specification
AEOS-005Bootstrap Pack
CD-001Council Directive — Foundation Review
MER-002Mission Execution Report — Bootstrap Pack
RC-001Review Checklist — Foundation
TCP-001Tool Capability Profile