Kerangka PAB–AEOS
Peta sistem terpadu untuk memahami authority, Authoritative Requirements, mission, capability, execution, evidence, acceptance, knowledge, dan release tanpa menggantikan artefak normatif.
PAB–AEOS adalah satu kesatuan: PAB menjaga kualitas advice, challenge, authority boundary, dan assurance; Authoritative Requirements menyatakan product atau outcome truth yang telah diterima; AEOS mengubah tujuan yang telah diotorisasi menjadi misi berbatas, capability gate, pelaksanaan, evidence, acceptance, dan closure yang dapat diaudit. Kernel tetap provider-neutral: tool, skill, agent, CI, VPS, atau platform adalah capability yang dipilih sesuai konteks, bukan dependensi wajib.
Referensi artefak sumber
- PAB-CONSTITUTION
- AEOS-CORE
- AEOS-AUTHORITY
- AEOS-CAPABILITY-CONTEXT
- AEOS-MISSION
- AEOS-EVIDENCE
- AEOS-KNOWLEDGE
- AEOS-RELEASE-GOVERNANCE
Requirements source artifacts
- AEOS-PRODUCT-REQUIREMENTS
Requirements layer
Authoritative Requirements
Text: Mission correctness does not guarantee product correctness. Kernel 0.3 menempatkan PRODUCT atau OUTCOME requirements di antara human/project authority dan bounded mission execution. Mission material mengikat source, exact SHA-256 baseline, serta stable Requirement IDs. Requirements mendefinisikan accepted product/outcome truth tetapi tidak menciptakan execution, merge, deploy, release, production, secret, atau requirements-change authority.
Source artifact: AEOS-PRODUCT-REQUIREMENTS
Architecture diagram
Alur tanggung jawab PAB–AEOS
Description: Diagram ini menunjukkan alur tanggung jawab, bukan satu proses otomatis. Authority manusia tetap berada di atas sistem; setiap gate hanya bergerak bila authority, requirements, capability, evidence, dan lifecycle yang relevan terpenuhi.
Stages
Support surfaces
Bagian
Gambaran umum / Overview
Id: overview
Text: PAB adalah fungsi penasihat dan assurance. AEOS adalah sistem kerja rekayasa yang menerapkan kontrak dan merutekan state. Authoritative Requirements berada di antara authority/project intent dan mission execution agar technical mission correctness tetap terikat pada product/outcome correctness. Project adapter mengikat kernel yang vendor-agnostic ke context, capability, dan kontrol lokal. Authority final tetap pada manusia atau badan manusia yang sah.
Document IDs
- PAB-CONSTITUTION
- AEOS-CORE
PAB — Dewan Penasihat Proyek
Id: pab
Text: PAB menilai, menantang, mengklasifikasikan, dan merekomendasikan. PAB melindungi human decision authority, integritas evidence, visibilitas risiko, batas scope, requirements clarity, dan closure yang akuntabel. Verdict PAB adalah advice; verdict itu tidak otomatis mengotorisasi tindakan berikutnya dan PAB tidak mengeksekusi pekerjaan proyek.
Document IDs
- PAB-CONSTITUTION
AEOS — Sistem Operasi Rekayasa AI
Id: aeos
Text: AEOS menghubungkan intent, requirements context, mission discovery, contract, authorization, execution, evidence, verification, acceptance, release gates, baseline update, closure, dan learning. AEOS bukan model AI, IDE, platform deployment, permission system, secret store, runtime proyek, atau pengganti arsitektur proyek.
Document IDs
- AEOS-CORE
Authority bukan capability
Id: authority-capability
Text: Authority menjawab siapa yang sah mengizinkan tindakan; capability menjawab apakah environment aktif mampu melakukannya. Capability VERIFIED tidak menciptakan izin. Authorization harus menyebut actor, action category, target, scope, batas, waktu berlaku, dan evidence yang diperlukan. Authority ambigu atau capability material yang belum terverifikasi memicu stop dan escalation.
Document IDs
- AEOS-AUTHORITY
- AEOS-CAPABILITY-CONTEXT
Capability tanpa dependensi yang menyulitkan
Id: capability-routing
Text: Komponen ideal tetap dipertahankan, tetapi cara menjalankannya dapat disederhanakan. Capability bergerak melalui state Available, Loaded, Configured, Authorized, Admitted, dan Verified; ketersediaan tool atau skill tidak pernah memberi authority. CI tetap bernilai sebagai kontrol, namun release tidak bergantung pada hosted atau self-hosted runner tertentu.
Document IDs
- AEOS-CAPABILITY-CONTEXT
- AEOS-CAPABILITY-PROVIDER
- AEOS-RELEASE-GOVERNANCE
Lifecycle misi
Id: mission-lifecycle
Text: Misi dimulai dari goal, baseline, gap terverifikasi, deliverable, acceptance criteria, allowed dan forbidden actions, required evidence, stop conditions, authority reference, exact context references, dan bila applicable requirements traceability. State normal bergerak dari CANDIDATE hingga CLOSED. Output eksekusi saja tidak dapat memindahkan misi menjadi ACCEPTED atau CLOSED.
Document IDs
- AEOS-MISSION
Evidence dan knowledge
Id: evidence-knowledge
Text: Evidence mengikat claim ke source, revision atau timestamp, producer, scope, method, freshness, integrity signal, limitations, dan status. Knowledge diklasifikasikan agar satu konsep mempunyai satu authority efektif pada scope tertentu. Chat dapat menjadi transport atau context historis, tetapi bukan evidence final atau authority dengan sendirinya.
Document IDs
- AEOS-EVIDENCE
- AEOS-KNOWLEDGE
MTMKMDQ
Id: mtmkmdq
Text: Minimum Token, Maximum Knowledge, Maximum Decision Quality berarti setiap unit context harus mengurangi ketidakpastian material, menghasilkan atau memverifikasi evidence, memungkinkan keputusan yang diotorisasi, atau menghasilkan deliverable yang diterima. Akurasi, safety, dan kecukupan evidence selalu lebih penting daripada pengurangan context.
Document IDs
- AEOS-CORE
Governance release
Id: release-governance
Text: Commit, merge, dan deploy adalah tindakan material yang berbeda. Setiap gate memerlukan authority, capability, target, revision, evidence, dan control yang sesuai. READY hanya berarti prerequisite yang dideklarasikan tersedia; READY tidak menjalankan tindakan. Deploy juga memerlukan artifact ber-checksum, rollback plan, dan smoke-test plan.
Document IDs
- AEOS-RELEASE-GOVERNANCE
Tautan terkait
Batas pendidikan
Untuk keputusan operasional, gunakan artefak normatif yang berlaku pada versi dan scope adopter; halaman ini hanya penjelasan pendidikan.